Tembus Seleksi Ketat Nasional, Dosen dan Mahasiswa Prodi Perpustakaan & Sains Informasi Widyatama Presentasikan Riset AI di KPDI ke-17 Yogyakarta

BANDUNG, widyatama.ac.id – Program Studi S1 Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Widyatama kembali mengukir prestasi membanggakan di kancah nasional. Delegasi resmi prodi berhasil lolos seleksi ketat dan berpartisipasi aktif dalam ajang Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) ke-17 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), D.I. Yogyakarta, pada 4–6 Agustus 2026.

KPDI ke-17 tahun ini mengusung tema besar “Kesadaran, Perilaku, Interaksi, dan Budaya Informasi di Era Kecerdasan Buatan”. Dalam ajang prestisius yang mempertemukan ratusan akademisi, pustakawan, dan praktisi informasi se-Indonesia tersebut, panitia mengoreksi sebanyak 70 usulan makalah ilmiah. Dari proses review independen yang sangat ketat, karya kolaboratif dosen dan mahasiswa Widyatama terpilih sebagai salah satu dari 16 makalah terbaik yang berhak dipresentasikan pada sesi paralel.

Makalah yang diusung berjudul “’Ketika AI Terlalu Membantu’: Dari Information Learned Helplessness Menuju Model Intervensi Perpustakaan”, disusun oleh tim peneliti yang terdiri dari Dr. Diah Sri Rejeki, S.Sos., M.Si. (Penulis Utama), Haria Saputry Wahyuni, S.Sos., M.I.Kom. (Ketua Program Studi), serta Erika Nurmayanti (Mahasiswa Angkatan 2023).

Tampil sebagai presenter tunggal mewakili tim peneliti pada sesi paralel Rabu (05/08), Erika Nurmayanti mahasiswa semester 7 berhasil memukau audiens dan moderator. Erika menguraikan fenomena Information Learned Helplessness (ILH), yakni kondisi kurangnya kemandirian dan kepercayaan diri pemustaka akibat ketergantungan berlebihan pada kecerdasan buatan generatif. Sebagai solusi konkret, tim merumuskan Model Intervensi Perpustakaan Tiga Level yang mencakup tahapan Deteksi, Edukasi Kontekstual, dan Pemulihan Self-Efficacy.

“Menjadi presenter di forum nasional sekelas KPDI ke-17 adalah pengalaman akademis yang sangat berharga bagi saya. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Dr. Diah Sri Rejeki dan Ibu Haria Saputry Wahyuni atas bimbingan, dukungan, serta kepercayaan besar yang diberikan sehingga saya bisa berdiri memaparkan hasil riset ini di hadapan para pakar perpustakaan se-Indonesia,”

— ungkap Erika Nurmayanti usai sesi presentasi.

“Kami sangat bangga atas performa luar biasa yang ditunjukkan oleh Erika. Keberanian saat berdiskusi menunjukkan kualitas insan akademis Widyatama. Kehadiran mahasiswa sebagai pemakalah di KPDI bukti nyata komitmen prodi dalam melibatkan mahasiswa secara aktif pada riset-riset mutakhir yang berdampak bagi masyarakat,”

— Ibu Dr. Diah Sri Rejeki dan Ibu Haria Saputry Wahyuni mendampingi seluruh rangkaian acara.

Selain agenda akademik, delegasi Widyatama juga berpartisipasi dalam kegiatan Cultural Visit pada Kamis (06/08). Kunjungan meliputi Diorama Arsip Jogja, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, dan Museum Sonobudoyo untuk memperdalam pemahaman mengenai pelestarian naskah kuno, preservasi arsip sejarah, dan tata kelola dokumentasi budaya berbasis teknologi modern.

Partisipasi sukses dalam KPDI ke-17 ini diharapkan semakin memperkuat posisi Program Studi S1 Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Widyatama sebagai prodi yang unggul, inovatif, dan adaptif dalam merespons dinamika era kecerdasan buatan.