Jatinangor, 31 Oktober 2025 – Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) Universitas Widyatama telah berpartisipasi aktif dalam Musyawarah Nasional (Munas) dan Temu Kolegial Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Ilmu Perpustakaan dan Informasi (APTIPI) Indonesia tahun 2025 yang diselenggarakan di Universitas Padjadjaran (Unpad), Jatinangor. Kegiatan Munas ini menjadi forum strategis bagi seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk menyelaraskan visi dan kurikulum, merespons perkembangan pesat di bidang Ilmu Perpustakaan, Sains Informasi, dan Kearsipan.
Inti dari Temu Kolegial ini adalah pemaparan dari empat pemateri terkemuka yang berfokus pada tema sentral mengenai “Perkembangan Ilmu Perpustakaan, Sains Informasi, dan Kearsipan di Indonesia: Integrasi Kurikulum, Penamaan, Capaian Pembelajaran, dan Akreditasi.” Diskusi dibuka dengan paparan Peta Jalan Kurikulum Ilmu Perpustakaan dan Sains Informasi menuju Kurikulum 5.0 (Human-Centered) oleh Prof. Dr. Laksmi, S.S., M.A., yang menekankan bahwa kurikulum harus bertransisi dari era Industri 4.0 menuju Society 5.0, mengintegrasikan teknologi seperti AI dan Big Data dengan nilai kemanusiaan, etika informasi, dan keberlanjutan. Beliau merekomendasikan APTIPI untuk mengoordinasikan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) di semua jenjang serta mengembangkan riset terapan pada tiga dimensi utama LIS: Manusia (People), Perpustakaan (Library), dan Algoritma (Algorithm).
Selanjutnya, Prof. Dr. Dr. Rahman Mulyawan, Drs., M.Si., membahas Peta Jalan Kurikulum Kearsipan di Indonesia, menyoroti perlunya peningkatan kualitas pendidikan kearsipan, khususnya dalam konteks Kearsipan Digital. Beliau memaparkan pengembangan kurikulum berbasis modular dan Outcome-Based Education (OBE) yang mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), yang esensial untuk mencetak lulusan Arsiparis yang sangat kompeten dan siap menghadapi tantangan pasar kerja modern. Diskusi mengenai akreditasi kemudian dilanjutkan oleh Dr. Rd. Hj. Funny Mustikasari Elita, M.Si., yang memaparkan secara komprehensif alur dan kriteria akreditasi melalui Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK), serta Prof. Dr. Drs. Jonner Hasugian, M.Si., yang memberikan panduan terkait Lembaga Akreditasi Mandiri Humaniora (LAMHUM). Kedua sesi ini memastikan Program Studi LIS/PSI memiliki panduan yang jelas untuk mencapai status akreditasi unggul.
Puncak dari kegiatan ini adalah Temu Kolegial Divisi yang bertujuan menyinergikan program kerja APTIPI. Komisi SDM dan Penjaminan Mutu & Akreditasi mencapai kesepakatan untuk menstandarisasi kompetensi dosen dan meningkatkan jumlah asesor, serta menguatkan sistem penjaminan mutu internal seluruh anggota dalam menghadapi akreditasi mandiri. Sementara itu, Komisi Penelitian, Publikasi, dan Pemberdayaan Masyarakat berkomitmen untuk mendorong kolaborasi riset lintas institusi dengan fokus pada isu-isu mutakhir seperti AI dalam LIS, tata kelola arsip digital, dan peningkatan publikasi di jurnal internasional bereputasi. Divisi ini juga menekankan pentingnya program pengabdian masyarakat berbasis ilmu pengetahuan untuk mendukung literasi dan pemanfaatan informasi di komunitas. Terakhir, Divisi Kehumasan (Humas) dan Divisi Lainnya menyusun strategi komunikasi yang lebih efektif untuk mempromosikan peran strategis Program Studi LIS/PSI, dengan tujuan utama melakukan rebranding agar lulusan LIS/PSI dikenal luas sebagai profesional yang menguasai manajemen informasi, data, dan teknologi.
Keikutsertaan Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Widyatama dalam Munas ini memperkuat komitmen program studi untuk terus menyelaraskan kurikulum dengan tren global Society 5.0 dan tuntutan industri. Hasil Munas akan menjadi acuan penting dalam merumuskan strategi pengembangan kurikulum, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya di bidang Sains Informasi dan Kearsipan Digital, demi menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing tinggi dan relevan dengan kebutuhan bangsa.



